damai dan adil

Wednesday, December 21, 2005

AsS. w/R w/B
{.Romadlon-1426H: Hisab, Ru'yah dan Fenomena Alam
````````````````````````````````````````````````

Kalender Qomariyah, tidak bisa diabaikan begitu saja oleh kita ummat Islam. Bagaimana tidak, kita tidak lepas dengan mereferensikan semua kegiatan pekerjaan, perkuliahan, bisnis dengan angka-angka yang tertera pada kertas yang digantung pada ruangan, atau pada meja, ataupun pada layar komputer, yi. Kalender. Kalender yang dimaksud itu bersistem Syamsiyah (kemataharian), berdasarkan peredaran bumi pada matahari.

Kembali, kita tidak bisa mengabaikan begitu saja Kalender dengan sistem Qomariyah (kebulanan), berdasarkan peredaran bulan pada bumi. Secara syariat hari-hari tersebut (pada penanggalan Hijriyah) ada yang bersifat haram untuk soum, salahsatunya, juga tersangkut pada ketentuan ibadah solat Sunnat-Muakkad. Sebenarnya, sistem penanggalan qomariyah itu mempunyai kelebihan dibandingkan syamsiah. Salahsatunya, periode dalam sebulan bisa diperiksa dengan penyaksian bentuk bulan oleh kita.

Hal penting yang terjadi pada bulan Romadlon tahun 1426H ini beberapa fenomena gerhana terjadi. Gerhana matahari terjadi pada saat bulan sangat berumur tua di bulan Sha'ban. Kemudian gerhana bulan terjadi pada saat bulan berumur setengah (14.5 ataukah 15 hari) di bulan Romadlon. Yang terakhir itu, gerhana bulan, tentu terjadinya pada saat purnama.

Mari kita periksa hitungan-hitungan (hisab) dari software Athan ver.2 dari http://www.islamicfinder.org/, ternyata software ini menghitung tgl. 1 Romadlon 1426H bertepatan pada tgl. 4 Oktober 2005. Lalu kalau kita membuka dengan software yang lebih canggih Mawaaqit-2000 (produk seorang Saintis Indonesia, software ini sangat lengkap untuk mempelajari peredaran bulan) Awal Romadlon bertepatan pada tgl. 5 Oktober 2005. Perbedaan bisa terjadi, beberapa hal akan disentuh secara tidak langsung pada paragraf-paragraf dibawah.

Kalau kita periksa kejadian gerhana bulan yang terjadi pada tgl. 17 Oktober 2005 malam dimana maghrib pada pk.17:46 pada lokasi-Bandung, ternyata hitungan Mawaaqit-2000 menunjukkan umur bulan 14.01. Secara tepat, peristiwa gerhana bulan sebenarnya menunjukkan umur bulan 14.50 (29 hari dibagi 2 sama dengan 14.50) atau 15.00 (30 hari dibagi 2 sama dengan 15.00). Artinya hitungan 14.01 itu harus dikoreksi +0.49 ataukah +0.99. Kalau kita lihat pada tgl. 01 Nopember 2005 pk.17:46 (waktu solat Magrib) di Bandung hitungan menunjukkan umur bulan 29.01. Jadi, dengan adanya koreksi oleh alam (baca: gerhana bulan) sebesar +0.49 maka seharusnya umur bulan adalah 29.50 (=29.01+0.49), atau untuk koreksi +0.99 maka seharusnya umur bulan saat itu adalah 30.00.

Seandainya dari hitungan (tidak diuraikan dalam tulisan ini) ditetapkan bulan Romadlon berjumlah 29 hari, maka dengan koreksi +0.49 waktu maghrib di Bandung tgl. 01 Nop. 2005 sudah memasuki hari baru 0.50 (29.50 dikurangi 29). Namun bila ditetapkan jumlah hari Romadlon adalah 30, maka di tempat dan tanggal yang sama pada 4 menit setelah waktu maghrib (pk.17:50) dengan koreksi +0.99 menjadi 30.01(lebih dari umur 30). Kita bisa menghitung lebih akurat di tempat/lokasi lainnya. Artinya, jangan heran ketika ada yang menetapkan tgl. 2 Nopember 2005 adalah tgl. 1 Syawal 1426 H. Tidak heran, bagaimanapun Hisab apapun tanpa kecuali memerlukan koreksi (cf. Numerical Problems), jadi metode hitungan apapun tidak luput dari masalah itu. Perlu dicatat, penulis tidak memegang otoritas fatwa, jadi tulisan ini bukanlah fatwa tentunya.

Namun demikian, penentuan umur bulan dengan Ru'yah yang selama ini kita tetapkan hanya semata pada penentuan Hilal. Seharusnya peristiwa gerhana bulan (saat purnama) dan gerhana matahari (umur bulan tua) juga menjadi hal yang harus diperhitungkan juga dalam konsep Ru'yah. Memang terdapat unsur kejutan, karena misalnya Yang menentukan 1 syawal bertepatan tgl. 2 Nopember 2005 itu ditetapkan secara mendadak setelah ada koreksi Alam dengan fenomena gerhana bulan. Kejutan itu seakan-akan ketidakpastian, namun demikian koreksi itu mesti dilakukan segera ketika memang koreksi itu diketahui.

Hal penting dari semuanya, ternyata Alam ini juga ikut memberi input/masukan bagi manusia untuk mengoptimumkan sistem penangalan Hijriyah (berbasis qomariyah). Jadi, silahkan gunakan semua metode Hisab, Ruyah dan perubahan Alam secara optimum, karena semuanya tidak ada pertentangan konsep. Kesalahan hanya dibuat oleh Manusia. Sungguh ALLOH SWT sedang menunjukkan kecintaan NYA pada kita dengan semua kejadian Alam pada Sha'ban-Romadlon pada tahun ini, SubhanaLloh !

WaLlohu A'lam dan kesalahan hanya dibuat oleh kita, penulis khususnya.

-}wasS.w/R w/B.
Romadlon 1426 H,
Musafir AlYabani.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home